Jumaat, Januari 6
Kiamat Tak Datang Di Tahun 2012
SETIAP tahun menyimpan misterinya sendiri. Pasti banyak alasan yang membuat sebagian orang percaya pergantian tahun bukan hanya soal menyobek halaman kalender.
Para penghayat ramalan yakin sekali tahun 2012 merupakan tahun naga air. Menurut mereka itu artinya tahun cerah, di mana-mana akan terjadi perbaikan. Tahun naga air kabarnya menjernihkan dan mendinginkan yang keruh dan panas. Sifat panas tahun lalu akanberubah menjadi tenang. Tapi, lantaran berurusan dengan air, semua sifat air termasuk yang buruk, konon akan terjadi. Akan banyak peristiwa berkaitan dengan air, misalnya banjir.
Anda percaya? Terserah. Tak ada hukum di negeri kita yang melarang orang meyakini satu ramalan
Ramalan yang paling mendebarkan tentang 2012 tentulah datangnya kiamat pada 21 Desember nanti –ada juga yang percaya tanggal 23 atau 24 Desember. Ramalan ini bersumber pada kalender suku Maya --suku bangsa yang pernah hidup di Selatan Meksiko, di sekitar Guatemala. Suku bangsa yang dikenal mahir dalam ilmu falak dan sistem perhitungan masa ini menyebutkan bahwa hari itu datang gelombang galaksi besar yang membuat macet semua aktivitas di muka bumi.
Kalender Maya dibuat berdasarkan Tujuh Zaman (Usia) Manusia. Zaman keempat berakhir pada bulan Agustus 1987. Kalender Maya akan berakhir pada Minggu, 23 Desember 2012. Suku Maya percaya hanya sedikit orang yang akan bertahan dari bencana yang terjadi kemudian. Dalam usia kelima, manusia akan menyadari tujuan spiritual. Dalam usia keenam, manusia akan menyadari Tuhan berada di dalam dirinya. Di usia ketujuh, manusia akan menjadi begitu spiritualis dan berkemampuan telepati.
Sebuah blog di internet, VANtheyologist, mengutip pendapat ahli, menyatakan akan muncul badai matahari. Badai akan muncul ketika terjadi ledakan besar (flare) di atmosfer matahari dan itu memunculkan daya sekuat 66 juta kali bom atom Hiroshima. Bersamaan dengan itu, terjadi juga »coronal mass ejection”, juga peristiwa ledakan yang diduga menyebabkan lontaran partikel berkecepatan 400 kilometer per detik.
Gangguan cuaca matahari itu mempengaruhi kondisi antariksa, termasuk mempengaruhi magnet planet bumi. Dampaknya akan terjadi pada sistem kelistrikan, transportasi yang mengandalkan global positioning system, dan juga komunikasi yang mengandalkan satelit dan gelombang frekuensi tinggi. Sistem kerja alat kesehatan, seperti alat pacu jantung, juga diprediksi akan bermasalah.
Dua prediksi mengerikan ini barangkali tidak berkaitan. Kalender bangsa Maya menghitung hari akhir dari tahun ke-13 Bak’tun (siklus 5.125 tahunan), yang jatuh 21 Desember 2012. Reaksi orang macam-macam. Ada sebuah pesta dansa yang sudah direncanakan digelar besar-besaran di Oslo pada malam 20-21 Desember nanti. Sudah 14 ribu pengguna Facebook menyatakan hadir di pesta »perpisahan” itu.
Bangsa Aztec yang pernah berdiam di Meksiko juga meyakini kiamat akan datang pada 2012. Kalender suci Aztec, yang disebut Eagle Bowl, mewakili pergerakan dewa surya Tonatiuh. Kalender itu sangat akurat dan telah digunakan dalam berbagai bentuk selama lebih dari 2.000 tahun. Sebuah ramalan dari Eagle Bowl menyatakan, »Setelah Sorga Tiga Belas Pilihan Menurun, dan Sembilan Neraka Malapetaka yang Meningkat, Pohon Kehidupan akan berbunga dengan buah yang tak pernah diciptakan sebelumnya, buah itulah Spirit Baru Kehidupan.”
Tiga belas Sorga dan Sembilan Neraka itu panjangnya masing-masing 52 tahun – sehingga totalnya 1.144 tahun. Setiap Sembilan Neraka itu datang, maka dampaknya lebih buruk dari yang terakhir. Hari terakhir Neraka datang diyakini jatuh pada 17 Agustus 1987. Ketika itu, Tezcatlipoca, dewa kematian, menanggalkan topeng batu giok untuk mengungkapkan dirinya sebagai Quetzelcoatl atau dewa perdamaian.
Dalam mitologi suku Aztec, usia manusia pertama berakhir dengan hewan melahap manusia. Usia kedua selesai oleh angin, yang ketiga oleh api, dan keempat oleh air. Kelima zaman sekarang itu disebut Nahui-Olin (Matahari Gempa), dan dimulai pada 3113 SM dan akan berakhir pada tanggal 24 Desember 2011.
Tanggal itu akan menjadi penghancuran terakhir dari keberadaan manusia di bumi. Tanggal itu bertepatan dengan yang ditentukan oleh McKenna Bersaudara dalam »The Invisible Landscape” sebagai akhir sejarah. Hal ini mereka tunjukkan atas dasar analisa komputer dari kalender kuno Cina yang disebut I Ching.
Sebelum terlanjur percaya pada ramalan Maya atau Aztec, dan Anda bersiap-siap sembunyi dalam goa atau berlayar di laut pada tanggal itu, Anda perlu menyimak kolom Joel Stein di Majalah Time edisi 9 Januari. Jurnalis yang menulis untuk Los Angeles Times dan kontributor Majalah Time ini agaknya penasaran dengan ramalan kiamat itu.
Stein kemudian menghubungi David Stuart, seorang sarjana keturunan bangsa Maya yang ketika berusia 18 tahun pada 1984 menerima bea siswa MacArthur –dan merupakan penerima termuda bea siswa itu sampai sekarang. Ternyata Stuart tak bisa dihubungi sebab dia sedang berada di Guatemala, tapi Stuart membalas email dari Joel Stein. Ternyata pendapat Stuart tentang kiamat itu sungguh meredakan kecemasan banyak orang. »Ramalan akhir dari kalender (Maya) diciptakan oleh orang yang sepenuhnya tidak mengerti tentang suku bangsa Maya kuno,” tulis Stuart.
Joel Stein juga menghubungi Robert Sitler, profesor bahasa dan literature modern dari Universitas Stetson. Sitler pernah mengembara di kawasan yang dihuni suku bangsa Maya, daerah di antara Meksiko dan Guatemala, selama 35 tahun. Sitler bertanya pada 200 orang Maya tentang apa yang terjadi pada 21 Desember 2012 –hari terakhir dari tahun ke-13 Bak’tun.
Menurut Sitler, tak seorang pun dari orang Maya yang ditemuinya tahu tentang kalender Maya. Artinya, kalender itu sudah tidak dipergunakan ratusan tahun. Barangkali karena mereka menonton film dan televisi Amerika dua tahun terakhir yang penuh tema kiamat, maka sebagian orang Maya ingat kembali pada kalender nenek-moyang mereka dulu.
Bahkan, Sitler yang diundang ceramah di beberapa tempat untuk meluruskan ramalan tentang kalender Maya itu. Walau begitu, dalam satu bagian ceramahnya, Sitler bercerita tentang ramalan Mesir kuno tentang akan datangnya Dewa Bolon Yokte, pembawa perang, pertentangan dan perselisihan.
Stein juga sempat datang ke Meksiko. Ia bicara dengan banyak orang keturunan Maya, bangsa yang dalam waktu lama terus menerus diperangi pemerintah Meksiko. Pada Stein, orang-orang berdarah Maya itu menjelaskan, yang dimaksud akhir ke-13 Bak’tun bukanlah akhir zaman, tapi awal dari sebuah era baru. Tahun yang lain akan datang, tahun yang membawa hal-hal baru.
Anda boleh percaya atau tidak..'>Kiamat tak Datang pada 21 Desember 2012
TEMPO.CO- SETIAP tahun menyimpan misterinya sendiri. Pasti banyak alasan yang membuat sebagian orang percaya pergantian tahun bukan hanya soal menyobek halaman kalender.
Para penghayat ramalan yakin sekali tahun 2012 merupakan tahun naga air. Menurut mereka itu artinya tahun cerah, di mana-mana akan terjadi perbaikan. Tahun naga air kabarnya menjernihkan dan mendinginkan yang keruh dan panas. Sifat panas tahun lalu akanberubah menjadi tenang. Tapi, lantaran berurusan dengan air, semua sifat air termasuk yang buruk, konon akan terjadi. Akan banyak peristiwa berkaitan dengan air, misalnya banjir.
Anda percaya? Terserah. Tak ada hukum di negeri kita yang melarang orang meyakini satu ramalan
Ramalan yang paling mendebarkan tentang 2012 tentulah datangnya kiamat pada 21 Desember nanti –ada juga yang percaya tanggal 23 atau 24 Desember. Ramalan ini bersumber pada kalender suku Maya --suku bangsa yang pernah hidup di Selatan Meksiko, di sekitar Guatemala. Suku bangsa yang dikenal mahir dalam ilmu falak dan sistem perhitungan masa ini menyebutkan bahwa hari itu datang gelombang galaksi besar yang membuat macet semua aktivitas di muka bumi.
Kalender Maya dibuat berdasarkan Tujuh Zaman (Usia) Manusia. Zaman keempat berakhir pada bulan Agustus 1987. Kalender Maya akan berakhir pada Minggu, 23 Desember 2012. Suku Maya percaya hanya sedikit orang yang akan bertahan dari bencana yang terjadi kemudian. Dalam usia kelima, manusia akan menyadari tujuan spiritual. Dalam usia keenam, manusia akan menyadari Tuhan berada di dalam dirinya. Di usia ketujuh, manusia akan menjadi begitu spiritualis dan berkemampuan telepati.
Sebuah blog di internet, VANtheyologist, mengutip pendapat ahli, menyatakan akan muncul badai matahari. Badai akan muncul ketika terjadi ledakan besar (flare) di atmosfer matahari dan itu memunculkan daya sekuat 66 juta kali bom atom Hiroshima. Bersamaan dengan itu, terjadi juga »coronal mass ejection”, juga peristiwa ledakan yang diduga menyebabkan lontaran partikel berkecepatan 400 kilometer per detik.
Gangguan cuaca matahari itu mempengaruhi kondisi antariksa, termasuk mempengaruhi magnet planet bumi. Dampaknya akan terjadi pada sistem kelistrikan, transportasi yang mengandalkan global positioning system, dan juga komunikasi yang mengandalkan satelit dan gelombang frekuensi tinggi. Sistem kerja alat kesehatan, seperti alat pacu jantung, juga diprediksi akan bermasalah.
Dua prediksi mengerikan ini barangkali tidak berkaitan. Kalender bangsa Maya menghitung hari akhir dari tahun ke-13 Bak’tun (siklus 5.125 tahunan), yang jatuh 21 Desember 2012. Reaksi orang macam-macam. Ada sebuah pesta dansa yang sudah direncanakan digelar besar-besaran di Oslo pada malam 20-21 Desember nanti. Sudah 14 ribu pengguna Facebook menyatakan hadir di pesta »perpisahan” itu.
Bangsa Aztec yang pernah berdiam di Meksiko juga meyakini kiamat akan datang pada 2012. Kalender suci Aztec, yang disebut Eagle Bowl, mewakili pergerakan dewa surya Tonatiuh. Kalender itu sangat akurat dan telah digunakan dalam berbagai bentuk selama lebih dari 2.000 tahun. Sebuah ramalan dari Eagle Bowl menyatakan, »Setelah Sorga Tiga Belas Pilihan Menurun, dan Sembilan Neraka Malapetaka yang Meningkat, Pohon Kehidupan akan berbunga dengan buah yang tak pernah diciptakan sebelumnya, buah itulah Spirit Baru Kehidupan.”
Tiga belas Sorga dan Sembilan Neraka itu panjangnya masing-masing 52 tahun – sehingga totalnya 1.144 tahun. Setiap Sembilan Neraka itu datang, maka dampaknya lebih buruk dari yang terakhir. Hari terakhir Neraka datang diyakini jatuh pada 17 Agustus 1987. Ketika itu, Tezcatlipoca, dewa kematian, menanggalkan topeng batu giok untuk mengungkapkan dirinya sebagai Quetzelcoatl atau dewa perdamaian.
Dalam mitologi suku Aztec, usia manusia pertama berakhir dengan hewan melahap manusia. Usia kedua selesai oleh angin, yang ketiga oleh api, dan keempat oleh air. Kelima zaman sekarang itu disebut Nahui-Olin (Matahari Gempa), dan dimulai pada 3113 SM dan akan berakhir pada tanggal 24 Desember 2011.
Tanggal itu akan menjadi penghancuran terakhir dari keberadaan manusia di bumi. Tanggal itu bertepatan dengan yang ditentukan oleh McKenna Bersaudara dalam »The Invisible Landscape” sebagai akhir sejarah. Hal ini mereka tunjukkan atas dasar analisa komputer dari kalender kuno Cina yang disebut I Ching.
Sebelum terlanjur percaya pada ramalan Maya atau Aztec, dan Anda bersiap-siap sembunyi dalam goa atau berlayar di laut pada tanggal itu, Anda perlu menyimak kolom Joel Stein di Majalah Time edisi 9 Januari. Jurnalis yang menulis untuk Los Angeles Times dan kontributor Majalah Time ini agaknya penasaran dengan ramalan kiamat itu.
Stein kemudian menghubungi David Stuart, seorang sarjana keturunan bangsa Maya yang ketika berusia 18 tahun pada 1984 menerima bea siswa MacArthur –dan merupakan penerima termuda bea siswa itu sampai sekarang. Ternyata Stuart tak bisa dihubungi sebab dia sedang berada di Guatemala, tapi Stuart membalas email dari Joel Stein. Ternyata pendapat Stuart tentang kiamat itu sungguh meredakan kecemasan banyak orang. »Ramalan akhir dari kalender (Maya) diciptakan oleh orang yang sepenuhnya tidak mengerti tentang suku bangsa Maya kuno,” tulis Stuart.
Joel Stein juga menghubungi Robert Sitler, profesor bahasa dan literature modern dari Universitas Stetson. Sitler pernah mengembara di kawasan yang dihuni suku bangsa Maya, daerah di antara Meksiko dan Guatemala, selama 35 tahun. Sitler bertanya pada 200 orang Maya tentang apa yang terjadi pada 21 Desember 2012 –hari terakhir dari tahun ke-13 Bak’tun.
Menurut Sitler, tak seorang pun dari orang Maya yang ditemuinya tahu tentang kalender Maya. Artinya, kalender itu sudah tidak dipergunakan ratusan tahun. Barangkali karena mereka menonton film dan televisi Amerika dua tahun terakhir yang penuh tema kiamat, maka sebagian orang Maya ingat kembali pada kalender nenek-moyang mereka dulu.
Bahkan, Sitler yang diundang ceramah di beberapa tempat untuk meluruskan ramalan tentang kalender Maya itu. Walau begitu, dalam satu bagian ceramahnya, Sitler bercerita tentang ramalan Mesir kuno tentang akan datangnya Dewa Bolon Yokte, pembawa perang, pertentangan dan perselisihan.
Stein juga sempat datang ke Meksiko. Ia bicara dengan banyak orang keturunan Maya, bangsa yang dalam waktu lama terus menerus diperangi pemerintah Meksiko. Pada Stein, orang-orang berdarah Maya itu menjelaskan, yang dimaksud akhir ke-13 Bak’tun bukanlah akhir zaman, tapi awal dari sebuah era baru. Tahun yang lain akan datang, tahun yang membawa hal-hal baru.
Anda boleh percaya atau tidak..
Isnin, Disember 26
Instansi Gresik Saling Lempar Tanggungjawab
Ahad, Disember 11
Pulau Bawean Minus Gedung Olahraga
Gresik (beritajatim.com) - Prestasi atlet dari Pulau Bawean Gresik belum bisa optimal. Pasalnya, sampai saat sarana maupun prasarana di pulau tersebut masih minim. Padahal, dana yang dianggarakan dari APBD untuk KONI Gresik mencapai miliaran rupiah.
"Kami mengusulkan agar Pemkab Gresik membangun gedung olahraga di Pulau Bawean mengingat selama ini sarana dan prasarananya masih minus," kata Ketua KONI Kecamatan Tambak Pulau Bawean, Maspiyanto, Jumat (6/05/2011).
Selain mengusulkan gedung olahraga, dirinya juga usul agar setiap pengiriman atlet dari Pulau Bawean ke Gresik diperhatikan kebutuhannya. Alasannya, selama ini pembina maupun pendamping selalu berutang jika akan mengirimkan atletnya ke ajang turnamen.
Sementara itu, perwakilan KONI Gresik Suswanto menuturkan, kemajuan dunia olahraga di wilayah Gresik sudah cukup bagus dibanding sebelumnya. Hal ini dikarenakan anggaran yang digunakan untuk memajukan olahraga telah dianggarkan sebesar Rp 9 miliar. Dari total itu, Rp 6 miliar dipakai untuk membiayai Gresik United (GU) yang sekarang ini mengikuti ajang 8 besar divisi utama. Sedangkan sisanya, Rp 3 miliar dipakai membiayai seluruh cabang olahraga.
"Anggaran KONI sebelumnya hanya puluhan juta, sekarang sudah meningkat sampai miliaran sehingga peningkatan prestasi olahraga secara drastis di Gresik," katanya.
Menurutnya, fasilitas seperti bonus kepada atlet yang berprestasi termasuk bagian dalam memajukan olahraga, sehingga kesejahteraannya bisa terjamin. "Kami akan terus meningkatkan kualitas olahraga melalui jenjang pendidikan termasuk pembinaan," ujarnya. [dny/but]
Ahad, Disember 4
Ganguan Mental Akibat Internet

Isnin, November 28
kiamat 2012
Tapi ternyata, ramalan 'kiamat' bangsa Maya tidak hanya ditemukan dari prasasti pada tablet batu di Tortuguero. Ramalan serupa juga ditemukan di sebuah ukiran (atau mungkin relief) yang terbuat dari batu bata, di dekat reruntuhan Comalcalco. Adapun Comacalco memiliki keunikan, karena jarang kuil Maya yang terbuat dari batu-bata.
Juru bicara Institut Antropologi dan Sejarah Nasional Mexico, Arturo Mendez, mengatakan fragmen temuan yang juga memiliki inskripsi ini telah ditemukan sejak beberapa tahun silam. Benda ini juga telah diteliti, namun tidak dipamerkan dan hanya disimpan di institut.
"Comalcalco Brick" ini kemudian ramai didiskusikan di sejumlah forum internet. Tapi, banyak yang omeragukan temuan ini merujuk tanggal 21 atau 23 Desember 2012, sebagai hari 'kiamat'.
"Beberapa telah mengajukan itu sebagai referensi lain tentang 2012, tapi saya masih belum yakin," kata David Stuart, ahli epigrafi Maya di Universitas Texas, Austin, Amerika Serikat.
Stuart menjelaskan, bata itu merupakan lingkaran penanggalan. "Kombinasi hari dan bulan yang posisinya akan berulang tiap 52 tahun," ucap Stuart.
Penanggalan di bata itu, menurut Stuart, memang bersamaan dengan akhir rotasi Baktun ke-13, berdasarkan penanggalan Maya. Rotasi Baktun diperkirakan berlangsung selama 394 tahun, dan angka 13 merupakan angka sakral bagi bangsa Maya.
Penanggalan bangsa Maya diperkirakan dimulai pada 3114 SM dan berakhir di Rotasi Baktun ke-13 pada 21 Desember 2012.
Namun, penanggalan di bata itu bisa jadi menjelaskan penanggalan bangsa Maya di masa lalu. "Tak ada alasan itu tidak bisa merupakan sebuah tanggal di masa lalu, yang menjelaskan beberapa kejadian penting dan bersejarah di periode Klasik bangsa Maya. Faktanya, di glyph (inskripsi) ketiga di bata sepertinya terbaca sebagai kata kerja, 'dia (he/she/it) datang'," ucap Stuart.
"Tak ada penjelasan mengenai kalimat yang merujuk masa depan (future tense), dan menurut saya penanggalan Comalcalco ini lebih bersifat historis ketimbang sebuah ramalan," lanjut Stuart.
Berdasarkan inskripsi Tortuguero, terdapat penjelasan mengenai apa yang akan terjadi di tahun 2012. Salah satunya adalah munculnya Bolon Yokte, dewa Maya yang bersifat misterius, yang selama ini dikaitkan dengan perang dan penciptaan.
Walau inskripsi ini tidak ditemukan secara sempurna, inskripsi itu diduga menyebut kalimat: "Dia akan datang dari langit."
Institut Antropologi dan Sejarah Nasional di Mexico kemudian mengatakan, 'kiamat' pada Desember 2012 merupakan misinterpretasi bangsa Barat dalam membaca penanggalan bangsa Maya. "Ramalan barat telah memelintir cosmovision (pandangan kosmis) dari peradaban masa silam seperti bangsa Maya."
Ramalan 'kiamat' 2012 ini memang menjadi populer, terutama setelah munculnya film "2012". Film bencana besar dunia garapan Roland Emmerich ini memang mengambil inspirasi dari penanggalan bangsa Maya. Baca juga: Dicelam 2012. (Daily Mail | The Guardian, umi)
Jumaat, November 25















