This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumaat, November 19

ASAL USUL BAWEAN


Bawean merupakan sebuah pulau kecil yang dikitari oleh pulau pulau yang lebih kecil seperti: pulau noko,pulau selayar,gili,nusa,karangbila dan cina.Dihuni 68 ribu jiwa dengan mata pencaharian sebagian besar nelayan dan bertani yang tregabung dalam satu suku bangsa yakni suku bawean.Pulau yang luasnya kira2: 200km2 ini berada kurang lebih dua belas mil laut atau 120 km sebelah uatara kota gresik. Sejak tahun 1974 pulau bawean termasuk kabupaten gresik, yang sebelumnya berada dibawah kekuasaan surabaya.Pulau bawean terdiri atas dua kecamatan,30 desadan sekitar 143 dusun.Bwean dikenal oleh masyarakat antarabangsa karna dua hal yaitu karena mempunyai produksi anyaman tikar yang khas dan karena mempunyai satu jenis rusa yang tiada duanya di dunia yaitu AXIS KUHLI(rusa bawean)selain itu bawean dikenal karna kebiasaan masyarakatnya yang suka merantau.Terutamanya pemudanya sangat gemar merantau baik di dalam negari atau keluar negara "Belum di anggap dewasa jika putra bawean belum pernah mengijakkan kaki ke negara orang".Mengapa mereka suka merantau?yang pertama karena pulau bawean merupakan daerah kecil terpencil jauh dari keramaian kota dan di kelilingi laut.Letak geokrafis ini yang memaksa penghuninya untuk berusaha mencari kehidupan yang lebih layak di negeri orang.Jika ditelusuri asal usulnya , penduduk bawean benar benar berasal dari banyak suku bangsa, ada yang berasal dari sulawesi,bigis, palembang,madura, bajarmasin,jawa dan lain sebagainya. EMANUEL SUBANGUN,wartawan KOMPAS jakarta, beliau pada tahun 1976 datang ke bawean kemudian menulis di harian KOMPAS yang antara lain mengemukakan bahwa jawa ditambah sumatra ditambah kalimantan ditambah sulawesi dan irian samadengan bawean, merupakan kristalisasi dari banyak suku bangsa di nusantara. hal ini dapat di ketahui dari pradeban, kebudayaan dan kesenian yang tersebar di bawean, dari segi bela diri misalnya :ada pencak ada kunto,silat,gelut atau gulat,tembung,tikpi, dan main pedang.Dari kesenian ada bermacam kesenian (walau saat ini sudah tidak lagi di gemari)antaralain jibul,samman,remo,orkes melayu,hadrah, kercengan,zamrah dll, namun hingga ke saat ini bawean belum memiliki seni budaya yang tetap.Pada mulanya pulau ini bernama"pulau mejeti"atau 'pulau majdi"yang berasal dari bahasa arab yang artinya uang logam,disebut demikian karna bentuk pulau ini bulat seperti uang logam.Tapi mengapa akhirnya bernama Bawean?ceritanya demikian"pada masa kerajaan majapahit berada pada saat ke emasannya ia bermaksud untuk menyatukan nusantara maka dikirimlah seluruh armadanya untuk berlayar menuju daerah yang nanjauh disana ternyata dari sekian banyak armada yang dikirim ada yang mendapat kemalangan perahu mereka di serang badai di laut jawa dan akhirnya mereka yang terselamat terdampar di sebuah pulau,dari rasa yang sangat girang karna terselamat,tanpa sengaja terlontarlah kata dari ketua pasukan "BA-WE-ANyang berasal dari bahasa sangsekerta "BA"artinya sinar"WE"artinya matahari "AN"artinya ada, yang bermaksud ADA SINAR MATAHARI.Kini mereka hidup di pulau yang baru mereka kenal dengan penuh kebahagiaan karna baru saja terselamat dari maut dengan nama itulah mereka menyebut pulau itu BAWEANyang lambat laun panggilan majeti atau majdi tidak terdengar lagi

Rabu, November 17

KISAH DAN SEJARAH PULAU PUTERI


Jangan membuka sewe. Kalau belum mengukir langit. Dan jangan mengukir langit Kalau belum mengusai ilmu lahir batin. Maksud ungkapan tersebut adalah:Jangan kawin sebelum merantau. Dan jangan merantau kalau belum mengusai ilmu lahir yakni mengusai ilmu bela diri dan memiliki ilmu batin: yaitu tamat ilmu alquran paham kitab dan teguh keimanan sebagai bekal kelak. Karena pitutur itulah, kegemaran merantau masyarakat bawean sejak permulaan abad ke-18 berlangsung hingga kesaat ini. Di perkirakan di singapura saja berjumlah 75.000 jiwa, sadangkan di malaysia sekitar 125.000 jiwa .Dan karena penuturan itu pulalah, prantau bawean tau bagaimana harus bersikap dan bergaul bersesuaian di negeri orang.Mereka hidup sopan dan jarang terdengar berbuat onar.K eahlian bermain pencak silat bukan untuk mecari musuh tetapi sebagai pembela diri bila dirasa sangat terpaksa.Namun bersamaan dengan perginya orang -orang bawean, lama kelamaan hilang pulalah kekayaan budaya kita, sunguhpun namun pasti mereka yang pulang kampung banyak yang membawa budaya luar.Mengapa tidak?!sebab kita sudah tidak lagi mendengar suara anak anak meniup terompet dari batatng padi yang di rangkai dengan daun kelapa pada saat panen usai. kita tidak dapat menikmati terangnya bulan sambil melihat anak anak kampung bercanda ria di halaman rumah, bermain pal palan bermain sudur dan lain sebagainya "Dhungka"telah lama sirna terhapus oleh deri mesin penggiling padi."Korcak"dan "Samman"nyaris tidak tersisah sebab tergeser oleh orkes dan bioskop. Waktu terus bergulir tanpa ada yang mampu menahannya begitulah buadaya nenek moyang kita terus hilang satu persatu dalam kehidupan anak cucu kita yang tertinggal hanya cerita dalam lipatan sejarah yang hanya akan terus di kenang.untuk itu marilah kita bersama sama mendalami cerita tentang tanah kelahiran kita Bawean yang tertuang dalam cerita yang berjudul( KISAH DAN SEJARAH PULAU PUTERI)bersambung di bagian 2

Rabu, November 10

Obama Mau Makan Soto Ayam Pinggir Jalan



Rabu, 10 November 2010 | 06:36 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com — Empat tahun lebih kurang si kecil Barry (julukan akrab Presiden Amerika Serikat Barack Obama) hidup di Jakarta dan belajar di sekolah Katolik SD Fransiscus Asisi di Tebet serta Sekolah Dasar Negeri 1 (SD Besuki) di Menteng. Atas pengalamannya hidup di Jakarta sampai usia 10 tahun sejak 1967 ini, banyak orang Indonesia berharap Obama akan melakukan banyak hal untuk Indonesia.

Berikut ini petikan wawancara tertulis Kompas dengan Obama, Selasa (9/11/2010), semasa Presiden Amerika Serikat ini masih melakukan kunjungan tiga harinya di India.

Bagaimana perasaan Anda bisa datang lagi ke Indonesia?

Pulang kampung nih! (I’ve come back to my hometown!) Saya melewatkan sebagian masa kecil saya yang indah di Indonesia. Oleh karena itu, Indonesia menjadi bagian dari diri saya....

Saya sungguh senang bisa kembali di negeri yang indah ini dan menunjukkan kepada Michelle kota tempat dulu saya pernah tinggal.

Kalau saja bisa, suatu ketika nanti pengin saya kembali ke sini sebagai warga biasa sehingga saya bisa berjalan-jalan dengan bebas, mengunjungi teman-teman lama, dan berhenti di pinggir jalan untuk makan soto ayam....

Meskipun demikian, kepentingan AS yang kuat dan berkembang di Indonesia tidak berakar dari perasaan pribadi saya. Akan tetapi, atas dasar kepentingan timbal balik antara dua negara dan atas dasar nilai-nilai bersama.

Indonesia adalah negeri dengan penduduk terbanyak keempat di dunia dan negara demokrasi terbesar ketiga yang berperan penting di kelompok negara-negara G-20, serta di berbagai institusi global dan regional. Banyak tantangan internasional, seperti menjaga lingkungan, tak bisa diatasi tanpa kontribusi aktif dari Indonesia.

Lebih dari itu, baik AS maupun Indonesia sama-sama berbagi nilai-nilai, termasuk komitmen akan pemerintahan yang demokratis, serta dedikasi untuk toleransi dan pluralisme bagi rakyat dengan berbagai suku dan agama, yang sama-sama bertujuan membentuk satu bangsa yang hidup dalam harmoni.

Jadi, AS mempunyai taruhan besar dalam kesuksesan di Indonesia, dan juga melalui Kemitraan Komprehensif yang baru di antara AS dan Indonesia. Kami akan mengupayakan hal-hal yang bisa membantu Indonesia agar makmur dan berkembang lebih kuat.

Lalu, apa yang bisa diharapkan oleh rakyat Indonesia dengan kunjungan Anda kali ini?

Saya berharap kunjungan saya kali ini bisa meyakinkan rakyat Indonesia bahwa AS memandang Indonesia sebagai seorang teman yang menaruh perhatian lebih besar dari sebelumnya untuk meningkatkan hubungan kedua negara.

Kami banyak belajar dari Indonesia, sebagai sesama negara demokrasi, sebagai sebuah bangsa yang merengkuh warga dari banyak suku dan agama, yang mewarisi dari sebuah warisan budaya yang kaya.

Saya masih berharap akan melanjutkan pembicaraan dengan Presiden (Susilo Bambang) Yudhoyono serta mendengarkan advis-nya. Saya juga berharap bangsa Indonesia akan melihat Kemitraan Komprehensif yang baru saja kami bangun sebagai awal dari era baru dari hubungan kedua negara.

Dan akhirnya, penanganan ekonomi serta pertumbuhan Indonesia yang dinamis menyuguhkan kesempatan baik untuk (mewujudkan) perdagangan dan investasi yang saling menguntungkan dalam kemitraan bisnis dengan pebisnis-pebisnis Amerika Serikat.

(Kami) berharap juga akan iklim bisnis yang lebih baik, terutama di wilayah penegakan hukum dan akses yang lebih terbuka sehingga akan menarik lebih banyak lagi perusahaan-perusahaan Amerika Serikat, serta akan berkontribusi bagi keberhasilan ekonomi Indonesia yang lebih besar lagi.... (*/OSD/MON/SHA)

Isnin, November 1

Terdapat 150 Kabupaten Rawan Tsunami




Senin, 1 November 2010 | 17:50 WIB

Tsunami meratakan segala yang tegak di sebagian Pulai Pagai, Sumatera Barat, kecuali surau kecil di kawasan tepi pantai ini.
TERKAIT:


JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan bekerja sama dengan pemerintah daerah membuat peta indeks risiko bencana demi mengurangi jumlah korban jiwa jika terjadi bencana di kemudian hari. Pembuatan peta risiko bencana tersebut rencananya akan dimulai tahun depan.

"BNPB akan memetakan bekerja sama dengan pemerintah daerah peta risiko bencana untuk bencana besar. Akan diatur dalam tata ruang wilayah," ujar Direktur Pengurangan Risiko Bencana BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam jumpa pers di kantor BNPB, Jakarta, Senin (1/11/2010).

Dikatakan Sutopo, peta indeks risiko bencana tersebut penting dimiliki pemerintah daerah sebagai acuan, mengingat sebanyak 175 kabupaten di Indonesia, kata Sutopo, merupakan daerah rawan bencana tinggi. "Yang sedang 150 dan yang rendah 95 kabupaten," tambahnya.

Adapun kabupaten yang dipetakan sebagai daerah rawan tsunami berjumlah 150 kabupaten. Sebanyak 150 kabupaten tersebut, kata Sutopo, meliputi kabupaten di sepanjang Pantai Barat Pulau Sumatera, Selatan Jawa, Nusa Tenggara, Maluku, hingga sebagian Sulawesi. "Data pastinya 150 kabupaten saya tidak bawa," ucapnya.

Diharapkan, dengan adanya peta indeks risiko bencana tersebut, pemerintah daerah dapat menjadikannya acuan pembangunan dan pendidikan bencana bagi warganya. Dengan demikian, mengurangi korban jiwa dan kerusakan akibat bencana. "Karena di Indonesia itu ada sekitar 13 jenis bencana," imbuh Sutopo.

Share |

Buku Cerita Bawean