Khamis, Mac 11

Sihir Facebook

Facebook. Siapa yang tidak tahu Facebook? Hampir semua orang di dunia mengenal layanan jejaring sosial ini. Facebook benar-benar memiliki kekuatan yang luar biasa. Saat ini, Facebook sangat digandrungi para penggemar social networking. Sihir Facebook benar-benar membuat fenomena global dalam pertemanan sosial.

Lebih hebat lagi, Facebook mampu melebihi Friendster yang sekadar sharing foto dan jaringan sosial. Facebook pun lebih hebat dari Yahoo Messenger yang sekadar chatting. Bahkan Facebook lebih hebat dari Wordpress atau Blogspot. Facebook juga mampu menyedot perhatian kalangan awam yang notabene tak tahu internet. Mereka jadi tahu bahkan kecanduan berinternet.

Pengguna Facebook bukan hanya anak muda. Facebook telah menyebar ke berbagai lapisan masyarakat dan usia. Mulai anak sekolah, mahasiswa, karyawan, hingga ibu-ibu rumah tangga. Aktivitas mereka bersama Facebook telah dimulai sejak bangun tidur, ketika sampai di kantor atau kampus, sambil bekerja atau kuliah, hingga di rumah usai pulang dari kantor atau kampus.

Dengan Facebook, manusia moderen bisa mengekspresikan segala sesuatu tentang diri mereka baik melalui foto, video, aplikasi, catatan, status, ataupun komentar. Tak jarang foto-foto, status, dan komentar yang di-publish oleh pengguna terkesan narsisme, menampilkan diri secara berlebihan. Facebook memberi kesempatan kepada tiap orang agar menjadi dirinya sendiri dan bebas berbicara dengan semua orang.

Melalui Facebook juga seseorang dapat bertukar pikiran dengan sangat mudah. Pertukaran informasi difasilitasi dengan sangat bagus. Sebagai contohnya ketika butuh sesuatu atau ingin tahu tentang sesuatu, tinggal dituliskan dalam status. Dijamin menuai respons teman. Facebook juga dapat juga dimanfaatkan untuk mengkampanyekan suatu ide, apapun itu.

Membangun komunitas melalui group atau pages dengan tujuan yang baik akan sangat bermanfaat. Pertumbuhan group atau pages di Facebook terbilang cukup cepat. Sesuatu hal akan berkembang dengan cepat kalau dibangun secara bersama. Dengan pages, suatu perusahaan juga dapat mengiklankan produknya. Mengenai aturan lebih detail soal satu ini bisa ditanyakan langsung ke Facebook Team.

Di tengah masyarakat yang makin asosial, kehadiran Facebook setidaknya membantu merajut kembali relasi yang terputus, akibat dinamika kehidupan yang memaksa masyarakat semakin individualistis. Banyak contoh serta bukti seseorang bertemu di Facebook dengan teman atau rekannya yang sudah tidak bertemu, bahkan berkomunikasi dalam jangka waktu yang sangat lama.

Uniknya, melalui Facebook seseorang bisa menjadi sosok yang diimpikannya. Pengguna yang bermimpi jadi mafia mereka bisa memainkan game genre gangster. Seorang yang ingin menjadi petani juga bisa memainkan game bercocok tanam. Seorang yang gemar balapan juga bisa memainkan game balap. Dengan kata lain, melalui Facebook seseorang bisa menjadi tokoh impiannya.

Situs Facebook juga bisa digunakan untuk mencari uang. Banyak perusahaan memasang iklan di situs jejaring sosial tersebut. Sementara pengguna Facebook yang ingin berbisnis, bisa langsung memajang foto-foto produk yang akan dijual serta menyebarkan foto-foto tersebut kepada orang yang ada di friend list-nya.

Dari sekian banyak manfaat dan kesenangan yang didapat, ternyata Facebook memiliki dampak negatif. Sejak diluncurkan, budaya sebagian masyarakat berubah. Nyaris tidak ada lagi rahasia pribadi. Pengguna acapkali menulis keadaannya di status. Padahal, kejahatan senantiasa mengintai para penggunanya, mulai pencurian, perdagangan manusia, bahkan prostitusi anak.

Orang tua mulai waswas dengan anak-anak mereka terhadap kasus-kasus negatif akibat salah guna pada Facebook. Apalagi korban dampak negatif Facebook makin banyak. Kasus mutakhir adalah hilangnya seorang remaja 14 tahun oleh pacar yang dikenalnya melalui Facebook. Korban berhubungan badan hingga tiga kali selama pelarian bersama pacarnya [baca: Remaja Perempuan Diculik Setelah Berkenalan di Facebook].

Belum lama ini polisi juga menguak kasus prostitusi remaja anak baru gede. Para remaja tanggung menjual diri lewat Facebook. Modusnya para ABG memasang foto di Facebook. Pengguna seks lalu menghubungi mereka melalui fasilitas chatting. Selanjutnya pelacur ABG itu memberikan nomor telepon. Prostitusi melalui Facebook ditemukan lewat akun bernama 'Tiduri Aku'.

Perdagangan anak pun mulai marak di FB. Dua pelaku dibekuk di Surabaya, Jawa Timur. Dalam usahanya, keduanya pelaku menggunakan yahoo messenger atau MIRC. Tak jarang mereka memakai akun Facebook untuk menarik pelanggan. Seorang pelaku mencari pelanggan sedangkan lainnya mencari anak yang akan diperdaya. Satu perempuan diberi tarif Rp 600 hingga Rp 800 ribu.

Saat ini, beberapa maling juga memanfaatkan Facebook untuk melancarkan aksinya. Seorang lelaki ditangkap lantaran membawa kabur mobil milik teman perempuan yang dikenalnya melalui Facebook. Korban tergiur bujuk rayu pelaku ketika bertemu di FB. Setelah tiga pekan kenalan, keduanya memutuskan "kopi darat". Korban diajak pergi ke tempat wisata. Saat itulah mobil korban dibawa kabur.

Semakin banyak deretan korban jejaring sosial berjatuhan. Haruskah semakin banyak lagi percekcokan dan perceraian rumah tangga terjadi dipicu hubungan sosial via Facebook yang disalahgunakan? Tentunya, ini dilema. Sebab kunci utama adalah pelaku itu sendiri. Ibarat dua sisi pisau tajam, satu sisi begitu bermanfaat namun di sisi lain menjadi pembunuh.

Sejauh kontak hanya dilakukan via internet, dampak negatif tak akan terlalu terasa. Namun, jika dilanjutkan ke dunia nyata atau kopi darat, harus dipertimbangkan baik-baik. Bersikap hati-hati jauh lebih aman. Janji kopi darat sebaiknya dilakukan di tempat umum. Untuk itu, jika add (menambah teman), sebaiknya cek dulu.

Facebook memiliki banyak sekali dampak positif. Namun banyak pula akibat negatif yang mungkin timbul dari "mainan" itu. Hal ini tergantung pada pengendalian diri kita masing-masing. Jika tak mampu mengontrol tentunya akan terjerumus dalam hal-hal negatif tersebut di atas. Jadi, pandai-pandailah mengendalikan diri Anda dan manfaatkan teknologi secara bijak. Timbang ulang, seberapa pentingkah menggunakan Facebook dan jejaring sosial ini bagi kehidupan Anda?(JUM/berbagai sumber)

0 komentar:

Catat Ulasan

Share |

Buku Cerita Bawean